Tuesday, May 1, 2007

teknik membaca cepat

(mhn maaf format htmlnya blm sempat sy edit)
Teori membaca cepat
Membaca cepat dan efektif
Membaca termasuk salah satu keterampilan yang penting dikuasai oleh kaum profesional (seperti guru, wartawan, dll). Apalagi saat ini masyarakat kita sudah memasuki era reformasi. Kita "dibanjiri' oleh begitu banyaknya bahan bacaan. Di samping bahan bacaan berupa surat kabar yang terbit harian, majalah dan tabloid yang terbit mingguan atau dwimingguan, kita juga tiap bulan berhadapan dengan begitu banyaknya buku-buku baru dari berbagai penerbit. Banjir bahan bacaan ini tentu saja harus diimbangi dengan keterampilan mambaca. Dengan keterampilan membaca secara cepat dan efektif; dan sehubungan dengan itu kita bisa lebih menghemat waktu dalam membaca.
Pada kesempatan ini kita secara khusus akan melihat dan melatih beberapa kiat berkaitan dengan keterampilan membaca sehingga kita bisa membaca secara cepat dan efektif. Namun sebelumnya kita akan melihat dulu sejauh mana kecepatan kita dalam membaca saat ini, serta melihat berbagai kelemahan yang sering dijumpai pada orang-orang tertentu di dalam membaca.
Uraian di dalam pelatihan ini didasarkan pada beberapa buku, antara lain yaitu: John D. Mc. Neil et al., How To Teach Reading Successfully (Toronto: Little Brown, 1980); Mortimer J. Adler, How To Read A Book (New York: Simon & Schuster, 1940); Soedarsono, Sistem Membaca Cepat dan Efektif (Jakarta: Gramedia, 1988).Serta sumber-sumber lain dari Internet.
I. Kecepatan membaca
Kecepatan setiap orang dalam membaca tidak selalu sama. Ada yang memiliki kecepatan 100 -150 kpm (kata per menit), ada yang 150-200 kpm, dan ada yang di atasnya. Berdasarkan pengamatan dalam berbagai pelatihan, keterampilan, kecepatan rata-rata orang Indonesia dewasa (yang belum pernah latihan keterampilan membaca) 175-300 kpm. Setelah mengikuti latihan keterampilan membaca, kecepatan itu biasanya bisa meningkat.
Rumus untuk menghitung kecepatan membaca adalah : jumlah kata yang dibaca, dibagi waktu yang dibutuhkan untuk membaca. Jika kecepatan membaca itu kita andaikan A, jumlah kata yang dibaca kita andaikan B, dan waktu yang dibutuhkan untuk membaca kita andaikan C, maka rumusnya menjadi
A= B/C = kpm (kata per menit)
Seandainya waktu yang dibutuhkan untuk membaca itu terdapat detiknya (misalnya 3 menit 20 detik), maka waktu itu dikonversikan dahulu ke detik; kemudian rumus di atas dikali 60 detik.
A= B/C = x 60 detik =kpm (kata per menit)
Contoh
Jumlah kata yang dibaca adalah 1500 kata; lama membaca adalah 4 menit 10 detik (=250 detik); maka kecepatan membacanya adalah:
1500/250 x 60 = 360 kpm.
Untuk mengetahui kecepatan kita dalam membaca, bacalah tulisan berikut ini Untuk menghitung kata di dalam bacaan digunakan cara berikut: Pertama, hitunglah jumlah kata dalam sepuluh baris; kemudian dibagi sepuluh. Hasilnya adalah jumlah rata-rata kata perbaris. Kedua, hitunglah jumlah baris dalam tulisan yang kita baca; kemudian kalikan dengan jumlah rata-rata per baris tersebut. Hasilnya adalah jumlah kata yang kita baca.

Waktu mulai membaca jam:..........

Adam Khoo menjadi Anak Pandai
Ketika di SD (Primary School), dia menempati 10 terbawah dari 160 siswa keseluruhan, karenanya dia ditolak di 6 SMP yang didaftarkan oleh orang tuanya. Kemudian ia dikirim ke Ping Yi, sebuah sekolah negeri yang relatif baru dan belum dikenal orang.
Orang tuanya menjadi panik dan mengirimkan dia pada banyak kursus privat. Tetapi cara itu tidak menolong sama sekali. Akhirnya sampai pada titik dimana mereka kira bahwa satu-satunya cara adalah mengirimkannya untuk belajar di luar negeri. Mereka mengganggap jika dia tetap tinggal di Singapura, di mana sistem pendidikan sangat kompetitif, dia tidak akan memenuhi syarat untuk melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi.
Pada saat kemuduran terendah dalam karir sekolahnya, orang tuanya mendaftarkannya dalam program Super-Teen TM.
Dalam program tersebut, ia mempelajari banyak hal, seperti Accelerated Learning, Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan keseluruhan pembelajaran otak yang diadaptasikan untuk pelajar,
Dengan perasaan tergugah dan tertantang, dia meninggalkan pelatihan dengan kemampuan belanjar super yang baru diperolehnya, dia merasa siap untuk menuntut haknya untuk sukses. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia menetapkan pandangannya untuk mendapatkan nilai A dalam seluruh pelajaran.
Setelah meninggalkan pelatihan, dia sangat bersemangat dan bergairah tentang masa depan. Dia merasa seolah-olah dia dapat melakukan apapun. Sehingga hal pertama yang dia lakukan adalah menetapkan tiga tujuan yang sangat besar. Tujuan pertama dia adalah menyelesaikan sekolah dia dalam satu tahun. Tujuan dia yang kedua adalah belajar sebaik mungkin sehingga bisa di terima di Victoria Junior College (Akademi terkenal di Singapura). Tujuan dia yang terakshir adalah diterima di National University di Singapura dan menjadi salah satu mahasiswa terpandai. Impian yang mustahilkah? Itulah yang dipikirkan oleh setiap orang. Kembali ke rumah dan sekolah, dia menjalankan tindakan. Menempelkan poster motivasional yang dibuat sendiri di dinding kamar. Dia mulai menggunakan strategi belajar yang dia dapat dipelatihan. Dia mulai menulis catatan pelajaran dengan otak seluruhnya dan mulai membaca cepat di depan teman-teman. Ketika diberikan soal oleh guru, dia mampu memjawab dengan cepat dalam urutan yang sempurna, berkat teknik memori super yang telah dia pelajari.
Umumnya, setiap orang menjadi penasaran. Para guru bertanya apa yang telah merasuki dia. Dia menjawab bahwa dia akan menjadi murid terpandai di sekolah. Mereka memandang dia seolah-olah dia sudah gila. Teman-teman sekolah bertanya kemana rencana dia setelah lulus sekolah. Dia menjawab akan masuk ke Victoria Junior College dan kemudian masuk ke National University. Mereka semua tertawa. ‘Itu gila! Tidak ada satu murid pun dari kita yang akan berhasil diterima! Hanya murid-murid dari sekolah terkenal saja yang bisa diterima, bukan kita!’ Bukannya melemahkan semangat, komentar-komentar mereka malah membuat dia lebih bersemangat! Dia berusaha untuk membuktikan satu hal dan merubah sejarah. Bahwa murid yang bodoh dari sekolah yang tidak ‘elit’ benar-benar dapat mencapai semua itu!
Dalam 3 bulan, dia berhasil meningkatkan nilai dari rata-rata 52% menjadi 72%. Hal ini membuat dia naik peringkat dari yang terbawah menjadi rangking 18 teratas di sekolah, semuanya dalam satu tahun yang mengesankan.
Setelah itu dia menjadi peringkat teratas di sekolah (dalam nilai keseluruhan, terbaik dari 6 mata pelajaran terbaik). Dengan 6 nilai ‘A’ dan 8 poin, dan diterima masuk ke Victoria Junior College, sekolah pilihan dia. Dia mendapatkan nilai ‘A’ penuh untuk tiga mata pelajaran terbaik dan diterima ke National University di Singapura (NUS) untuk belajar Bisnis Administrasi.
Mulai dari tahun pertama di universitas, nilai-nilai dia membuat dia mendapat tempat di daftar Dekan (daftar kehormatan) setiap tahun berturut-turut. Dia juga di terima Program Pengembangan Bakat NUS (NUS Talent Development Programme – TDP). Yang merupakan perluasan dari ‘program beasiswa’ yang ditawarkan kepada peringkat 1% teratas di universitas.
Dia memulai bisnis pertama pada umur 15 tahun (event management) dan bisnis kedua (pelatihan dan konsultasi) pada umur 21 tahun dan memasuki bisnis properti dan investasi pada umur 22 tahun.
Dalam waktu dua tahun setelah lulus universitas, pada umur 26 tahun, dia telah berhasil mengumpulkan kekayaan sebesar lebih dari $1,2 juta, mengelola dua bisnis sukses, dan memiliki honor sebagai pembicara sebesar $2.000 per jam.
Dia telah berbicara di hadapan lebih dari 50.000 orang guru, mahasiswa, profesional, manajer dan CEO di bidang belajar cepat dan keunggulan kepribadian. (659 kata)

.
Waktu selesai membaca : ..
Lama membaca = . Menit, . Detik; atau = . Detik
Dengan menggunakan rumus yang dikemukakan di atas, maka kecepatan membaca Anda adalah:
800 kata/ detik x 60 = kpm (kata per menit)
Kecepatan, tentu saja bukanlah satu-satunya ukuran dalam menilai keterampilan membaca. Kecepatan harus diiringi dengan pemahaman terhadap teks bacaan yang kita baca. Orang yang hanya cepat membaca tapi tidak memahami apapun yang ia baca, maka sesungguhnya ia belum bisa disebut sebagai pembaca yang benar, cepat dan efektif.
Kecepatan membaca juga sesungguhnya sangat fleksibel (sama fleksibelnya dengan kecepatan mengendarai mobil). Katakanlah seseorang sudah bisa mengendarai mobil de-ngan kecepatan 120 km per jam. Kecepatan ini tentu saja tidak bisa diterapkan pada semua jalan. Jika jalan itu sulit, maka kecepat-an diturunkan. Demikian juga membaca buku. Kecepatan membaca yang dimiliki tidak bisa diterapkan pada semua bahan bacaan. Ada teks bacaan yang memang bisa dibaca dengan cepat atau sangat cepat; tetapi ada juga teks bacaan yang harus dibaca dengan kecepatan yang sedang.
II. Hambatan membaca cepat dan efisien dan cara mengatasinya.
Ada beberapa hambatan yang sering dijumpai pada orang-orang tertentu di dalam membaca sehingga orang tersebut tidak bisa membaca secara cepat dan efisien. Hambatan-hambatan ini banyak berkaitan dengan kebiasaan membaca yang dipraktekkan sejak masa kecil dan terbawa-bawa sampai de-wasa. Beberapa hambatan tersebut di antara-nya adalah:
Membaca dengan melafalkan kata yang dibaca.
Ada orang yang membaca dengan melafalkan kata demi kata yang dibaca. Mungkin orang tersebut kurang puas jika kata-kata yang dibaca itu tidak diucapkan.
Cara membaca seperti ini selain akan mengganggu orang lain, juga akan memperlambat pembacaan. Lambat karena kata demi kata dibaca atau satu demi satu. Di samping itu, pembaca akan) mudah lelah karena mengucapkan kata demi kata yang dibaca itu mengeluarkan banyak energi. (bandingkan dengan orang yang sedang mengajar di depan kelas, atau yang sedang berpidato).
Untuk mengatasi ini dapat dilakukan dua cara. Pertama dengan merapatkan bibir ketika membaca dan kedua dengan menguyah permen karet.
Membaca dengan menggerakkan bibir
Ada lagi yang membaca dengan menggerakkan bibir. Bibirnya komat-kamit mengikuti bunyi huruf di dalam teks bacaan.
Cara membaca sepeti ini selain kurang enak di pandang mata (karena bibir terus komat-kamit) juga kurang cepat dan efisien karena si pembaca pada dasarnya membaca kata demi kata (bahkan huruf demi huruf) yang ada di dalam teks bacaan. Cara membaca dengan komat-kamit juga bisa membuat bibir cepat lelah, rahang atas dan bawah pegal, dan pada akhirnya mempengaruhi daya tahan baca.
Untuk mengatasi hambatan ini bisa dilakukan dua cara yang dikemukakan di atas.
Membaca dengan menunjuk
Sebagian lagi ada yang membaca de-ngan menunjuk-nunjuk teks yang sedang dibacanya dengan jari atau alat tulis. Cara membaca seperti ini juga kurang cepat dan efesien karena si pembaca melakukan pembacaan kata demi kata. Di samping itu, cara membaca dengan menunjuk-nunjuk ini juga bisa membuat tangan cepat lelah dan pada akhirnya bisa mempengaruhi daya tahan baca.
Untuk mengatasi hambatan ini bisa dilakukan dua cara berikut. Pertama dengan memasukan tangan yang suka menunjuk-nunjuk itu ditugaskan memegang buku yang sedang dibaca (sekaligus jari telunjuk dan jempol ditugaskan untuk menyiapkan dan membuka `halaman berikut' yang akan dibaca).
Membaca dengan menggerakkan kepala
Sebagian lagi memiliki kebiasaan membaca dengan menggerakkan kepala (dari arah ke kiri ke kanan, dan sebaliknya) mengikuti kata-kata yang sedang dibaca.
Cara membaca seperti ini juga kurang cepat dan efisien karena si pembaca pada dasarnya mengikuti pembacaan kata demi kata. Di samping itu cara membaca dengan menggerakkan kepala bisa juga mengakibatkan kepala cepat lelah dah bahkan pusing.
Untuk mengatasi kepala yang bergerak-gerak ini maka si pembaca bisa memegang dagunya. Jadi ketika membaca,maka salah satu tangan memegang teks bacaan dan tangan yang lain memegang dagu.
Jika cara mengatasi hambatan yang di-sebut di atas dilakukan berulang-ulang, maka kebiasaan buruk dalam membaca itu lama-lama akan hilang.
Di samping hambatan-hambatan yang dikemukakan di atas (yang umumnya berkaitan dengan kiat membaca), masih ada beberapa hambatan lain yang mempengaruhi kegiatan membaca cepat dan efisien, yaitu:


Kurang bisa konsentrasi karena:
· Pada dasarnya kurang bisa berkonsentrasi; atau
· Kesehatan sedang terganggu
· Suasana hati sedang tidak tenteram; dan
· Keadaan lingkungan tidak mendukung
Bagi orang-orang yang "pada dasarnya kurang bisa berkonsentrasi " hanya bisa di atasi dengan melakukan latihan konsentrasi berulang-ulang.
Daya tahan membaca cepat berkurang karena:
· Posisi badan yang salah ketika membaca; atau
· Lampu /penerangan yang tidak mendukung.
Hambatan ini bisa diatasi sesuai kasusnya:
Pertama, dengan memperbaiki posisi duduk yang baik ketika membaca yaitu: posisi badan diusahakan tegak dan rileks, dan tidak terlalu miring (entah miring ke depan,ke belakang, atau terlalu miring ke samping kiri atau ke kanan). Posisi badan yang terlalu miring akan sangat melelahkan.
Kedua, dengan memperbaiki lampu/penerangan. Lampu/penerangan yang tidak baik (=redup, kurang terang) akan membuat mata cepat lelah; dan kita berlangsung lama bisa membuat mata sakit. Untuk membaca tulisan yang bergerak dari kiri ke kanan (misalnya tulisan latin), maka arah penerangan sebaik-nya dari sebelah kiri; dan untuk membaca tulisan yang bergerak dari sebelah kanan ke kiri (misalnya tulisan Ibrani, Arab dll.), maka arah penerangan sebaiknya dari sebelah ka-nan.
Munculnya kemalasan karena:
· Pada dasarnya kurang suka membaca; atau
· Bahasa yang ada dalam teks bacaan kurang dikuasai
· Uraian dalam teks bacaan terlalu sulit diikuti dan dipahami; dan
· Isi dan jenis acaan kurang diminati
Hambatan ini juga bisa diatasi sesuai dengan kasusnya. Jika kemalasan itu pada dasarnya karena kurang suka membaca, maka cara mengatasinya adalah dengan menumbuhkan minat baca. Untuk tahap-tahap awal bisa dimulai dengan bacaan-bacan yang ri-ngan, misalnya buku-buku humor, komik bersambung , dsb.

III. Kiat Membaca Cepat dan Efektif
Membaca pada hakikatnya adalah memahami teks bacaan. Itu berarti, kegiatan membaca dilakukan bersama-sama oleh mata dan otak. Mata berfungsi "memotret" teks, kemudian menyalurkanya ke dalam otak untuk diolah. Cepat dan banyaknya otak mengolah suatu pesan tergantung erat dari cepat dan banyaknya pesan yang dipotret oleh mata.
Sehubungan dengan itu maka ada bebe-rapa kiat yang bisa dipraktekkan untuk bisa membaca cepat dan efektif:
1. Membaca dengan mengandalkan gerakan bola mata.
Untuk bisa membaca cepat dan efektif, kita harus mengandalkan gerakan bola mata. Jadi, yang paling sibuk bergerak di dalam membaca bukanlah jari, mulut atau kepala, tapi bola mata. Semakin lincah bola mata bergerak (ke samping kiri kanan dan ke bawah), maka semakin cepat pula kita membaca. Berikut ini adalah latihan untuk me-ningkatkan kelincahan gerakan bola mata.
a. Bacalah dengan cepat angka-angka di bawah ini secara berurutan (1 _ 40). Pusatkan pandangan mata ke bagian tengah dan usahakan agar kepala tidak bergerak, mulut tidak komat-kamit, dan jari tidak menunjuk-nunjuk.
o 1
§ 2
o 3
§ 4
o 5
§ 6
o 7
§ 8
o 9
§ 10
o 11
§ 12
o 13
§ 14
o 15
§ 16
o 17
§ 18
o 19
§ 20
o 21
§ 22
o 23
§ 24
o 25
§ 26
o 27
§ 28
§ 29
§ 30
o 31
§ 32
o 33
§ 34
o 35
§ 36
o 37
§ 38
o 39
§ 40
b. Bacalah kata-kata dalam kolom-kolom berikut ini dengan cepat. Usahakan agar bola mata bergerak dengan lincah dari arah atas ke bawah.
Sebagian yang dengan dari sendiri padahal
Anggota belum merdeka tekanan tanpa referendum
Masyarakat mengerti sebagian dan ada sebenarnya
kita kata lagi tindak campur berarti
menuntut itu memahami kekerasan tangan pemungutan
agar ada bebas atau sedikitpun suara
diadakan yang dari juga dari atau
referendum memahami kemiskinan bebas suku pengumpulan
ternyata referendum atau mengatur bangsa pendapat
banyak identik terlepas diri lain rakyat

2. Membaca beberapa kata sekaligus yang mengandung satu gagasan.

Mata kita tidak membaca kata demi kata, tapi membaca gagasan. Jangkauan mata kita tidak terarah pada kata demi kata yang ada di dalam teks bacaan, tetapi pada dua sampai empat kata sekaligus.

Untuk membiasakan mata membaca beberapa kata sekaligus, maka mata harus dilatih untuk melebarkan daya jangkaunya. Berikut adalah latihan untuk melebarkan daya jangkau mata:

a. Bacalah tiga angka berikut sekaligus, misalnya dua ratus sepuluh (bukan dua satu nol). Usahakanlah agar mata terpusat pada angka yang ada di tengah: dan kepala tidak bergerak.
2 1 0
1 0 2
3 2 3
3 5 4
9 8 7
0 9 3
7 6 4
1 2 8
9 8 4
2 6 7
2 6 7
3 7 9
6 7 4
1 9 8
2 7 4
8 3 4
5 6 7
1 2 3
3 4 5
2 3 4
6 7 5
9 8 3
9 8 0
2 7 4

b. Bacalah tiga kata berikut sekaligus. Usahakan agar mata terpusat ke kata di bagian tengah; dan kepala tidak bergerak.

 Kelainan di kornea
 Dapat diatasi dengan
 Melakukan transplantasi kornea
 Sebagian dokter Indonesia
 sudah bisa mengatasi
 berbagai gangguan penglihatan
 retinitis pigmentosa adalah
 suatu kelainan genetik
 yang secara berangsur
 mengakibatkan hilangnya penglihatan
 kini sedang dikembangkan
 berbagai macam terapi
 oleh para ahli
 di berbagai universitas
 antara lain yaitu
 universitas San Fransisco
 John Hopkins University
 North Carolina University
 obat sudah dipatenkan
 kini sedang dikembangkan
 terapi retina buatan
 masyarakat sangat berharap
 para ahli mata
 terus melanjutkan penelitian
 tentang kelainan mata
 dan terapi pengobatannya
 yang paling mujarab
 agar para penderita
 dapat segera diobati
 dan kembali melihat

c. Bacalah prosa lirik berikut ini
Pusatkan perhatian ke bagian tengah teks (lihat tanda segitiga); dan usahakan agar bisa membaca baris demi baris.

Tidak peduli berapa
usia kita, jika
kita berhenti belajar
berarti kita sudah tua
sedangkan jika senantiasa
belajar kita akan
tetap awet muda.
Karena hal yang
terbaik di dunia
akan kita peroleh
dengan memelihara pikiran
kita agar tetap
muda.Salah satu
cara paling efektif
untuk belajar adalah
dengan membaca. Namun
sayangnya, sebagian besar
kita tidak pernah
punya waktu untuk
membaca. Alasan utama
yang sering kita
sampaikan adalah kesibukan
pekerjaan. Kita terjebak
dalam rutinitas dan
tekanan pekerjaan sehingga
tidak memiliki kesempatan
untuk mengasah gergaji
kita, seperti yang
diceritakan oleh Stephen
Covey dalam bukunya
The 7 Habits of Highly Effective People
sebagai berikut:
Andaikan saja Anda
bertemu seseorang yang
sedang terburu-buru menebang
sebatang pohon di hutan.

”Apa yang sedang
Anda kerjakan? Anda
bertanya.
”Tidak dapatkah Anda melihat?”
demikian jawabnya dengan
tidak sabar.
”Saya sedang menggergaji
pohon ini.”
”Anda kelihatan letih!”
Anda berseru. ”Berapa
lama Anda sudah
mengerjakannya?”
”Lebih dari lima jam,”
jawabnya, ” dan saya
sudah lelah! Ini
benar-benar kerja keras.”
”Nah, mengapa Anda
tidak beristirahat saja
beberapa menit dan
mengasah gergaji itu?
” Anda bertanya. ”Saya
yakin Anda akan
dapat bekerja jauh
lebih cepat.”
”Saya tidak punya
waktu untuk mengasah
gergaji,” orang itu
berkata dengan tegas.
”Saya terlalu sibuk
menggergaji.”Bahkan
menurut Covey, kebiasaan
mengasah gergaji merupakan
kebiasaan yang paling
penting karena melingkupi
kebiasaan-kebiasaan lain
pada paradigma tujuh
kebiasaan manusia efektif.
Kebiasaan ini memelihara
dan meningkatkan aset
terbesar yang kita
miliki yaitu diri kita.
Kebiasaan ini dapat
memperbarui keempat dimensi
alamiah kita—fisik,
mental, spiritual, dan sosial/emosional.
Membaca merupakan salah
cara kita untuk memperbaiki
dan meningkatkan keefektifan
diri kita. Meskipun
kita memiliki ”keterbatasan
waktu”, kita tetap
perlu mengasah gergaji kita.
Caranya adalah dengan
menguasai cara membaca
yang efektif sehingga
waktu yang kita gunakan menjadi efisien

3. Membaca dengan memperhatikan tujuan dan strategi.
Sebelum membaca, kita terlebih dahulu harus menentukan apa tujuan atau keperluannya, apakah kita ingin menguasai "seluruh" isi bacaan (seperti membaca buku pelajaran wajib; membaca sebuah tulisan yang perlu betul-betul didalami sampai mendetail), ataukah hanya sekedar mencari informasi umum dan pokok saja (seperti membaca berita di koran, majalah dsb.). Tujuan atau keperluan ini sangat menentukan strategi yang kita pilih.
Kalau hanya sekedar mencari informasi umum dan pokok saja, maka strategi membaca cepat dan efektif yang bisa kita gunakan adalah skimming, yaitu membaca cepat dengan memperhatikan gagasan-gagasan pokok saja. Dalam hal ini bola mata kita bergerak cepat membaca sambil mencari jawab atas seluruh atau beberapa pertanyaan berikut: apa, siapa, bagaimana, mengapa, di mana, kapan. Dalam berita di koran dan majalah (yang ditulis dengan baik), beberapa pertanyaan tersebut sudah bisa ditemui jawabannya pada alinea-alinea awal.
Di samping strategi skimming, juga lazim digunakan strategi scanning, yaitu membaca cepat dengan melompat langsung ke uraian/pasal/bab yang penting dan atau dibutuhkan.
Untuk membaca sebuah teks atau buku yang wajib dikuasai secara mendetail dan menyeluruh, maka strategi yang dipilih agak berbeda. Beberapa strategi membaca yang pernah dikembangkan para pakar antara lain adalah:

§ SQ3R
Survey (melakukan peme riksaan secara umum), Question (meng-ajukan pertanyaan-pertanyaan pokok: apa, mengapa, bagaimana, dst), Read (melakukan pembacaan), Recite (menceritakan pokok-pokok yang dibaca de-ngan bahasa sendiri) dan Review (meng-ulangi saripati teks bacaan yang dibaca).

§ SQ4R
Survey, Question, Read, Recite, "Rite" (dari write, menuliskan pokok-pokok penting yang perlu diingat), Review.

§ POINT
Purpose (mencari tahu dahulu apa maksud penulis dengan tulisannya), Overview (melakukan peninjauan tulisan secara umum, dengan jalan membacanya), Interpret (menganalisa dan menafsirkan pesan dalam tulisan), Note (mencatat hal-hal yang penting dalam tulisan), Test (menguji apakah si pembaca sudah menguasai isi tulisan dengan jalan menjawab beberapa per-tanyaan penting berkaitan dengan isi tulisan).

§ PQRST
Preview (melakukan peninjauan umum), Question, Read, Summarize (meringkas isi tulisan), Test.
Kita bisa memilih dan mengembangkan strategi yang dikemukakan di atas. Sebagai latihan, baca dan pahamilah teks bacaan berikut ini (dikopi dari Suara Pembaharuan, 25 November 1999) dengan menggunakan strategi/teknik PQRST.

1 comment:

Sekolah Tinggi Managemen Informatika dan Komputer (STMIK)Jakarta said...

klo butuh bahan bacaan yg menarik kesini aja > http://articles.jak-stik.ac.id < ada ribuan artikel yg bisa dibaca